Tampilkan postingan dengan label ilmu komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu komputer. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Maret 2015

Source Code Randomized Quick Sort C++

#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<stdlib.h>

void swap (int *a, int *b);
void quicksort(int s[], int l, int h);
int partition(int s[], int l, int h);

int n;
void swap(int *a, int *b)
{
   int x;
   x = *a;
   *a = *b;
   *b = x;
}

void quicksort(int s[], int l, int h)
{
   int p; /* index of partition */
   if ((h - l) > 0) {
      p = partition(s, l, h);
      quicksort(s, l, p - 1);
      quicksort(s, p + 1, h);
   }
}

int partition(int s[], int l, int h)
{
    int i;
    int p; /* pivot element index */
    int firsthigh; /* divider position for pivot element */
    p = l + (rand() % (h - l + 1));
    swap(&s[p], &s[h]);
    firsthigh = l;
    for (i = l; i < h; i++)
        if(s[i] < s[h]) {
            swap(&s[i], &s[firsthigh]);
            firsthigh++;
        }
    swap(&s[h], &s[firsthigh]);
    return(firsthigh);
}

int main()
{
    int s[20],i;
    printf("Randomized Quick Sort");
    printf("\nEnter the no. of elements= ");
    scanf("%d", &n);
    printf("\nEnter the elements one by one :\n");
    for(i=0;i<n;i++)
        scanf("%d",&s[i]);
    quicksort(s,0,n-1);
    printf("\nAfter sorting:\n");
    for(i=0;i<n;i++)
        printf("%d\t",s[i]);
    getch();

}


nb : mau ngopas? silahkan berikan email anda di komentar dan berikan alasan anda atau hubungi email kami :)

Minggu, 22 Maret 2015

Source Code Merge Sort C++

#include <iostream>
using namespace std;

int a[50];
void merge(int low,int mid,int high);
int cetak(int a[], int n);

void merge_sort(int low,int high){
    int mid;
    if(low<high){
        mid=(low+high)/2;
        merge_sort(low,mid);   
        merge_sort(mid+1,high);
        merge(low,mid,high);
    }
}

void merge(int low,int mid,int high){
    int h,i,j,b[50],k;
    h=low;
    i=low;
    j=mid+1;
   
    while((h<=mid)&&(j<=high)){
        if(a[h]<=a[j]){
            b[i]=a[h];
            h++;
        }
        else{
            b[i]=a[j];
            j++;
        }
    i++;
    }
   
    if(h>mid){
        for(k=j;k<=high;k++){
            b[i]=a[k];
            i++;
        }
    }
    else{
        for(k=h;k<=mid;k++){
            b[i]=a[k];
            i++;
        }
    }
    for(k=low;k<=high;k++)
       a[k]=b[k];
}

int cetak(int a[], int n){
    for(int i=n;i>=1;i--)
        cout<<a[i]<<"\t";
}
int main()
{
    int num,i;
    cout<<"Panjang array: ";
    cin>>num;
    for(i=1;i<=num;i++){
        cout<<"Data ke-"<<i<<" : ";
        cin>>a[i] ;
    }
    merge_sort(1,num);
    cetak(a,num);
    cout<<endl;
    system("pause");
}



nb : mau ngopas? silahkan berikan email anda di komentar dan berikan alasan anda atau hubungi email kami :)

Source Code Quick Sort C++

#include<iostream>
using namespace std;

void q_sort(int numbers[], int left, int right);

int cetak(int numbers[], int n){
    for(int i=0;i<n;i++)
        cout<<numbers[i]<<"\t";
}

int main(){
    int i,n;
    cout<<"Panjang array: ";
    cin>>n;
    int numbers[n];
    int data[n];
    for(int i=0; i<n;i++){
        cout<<"Data ke-"<<i<<": ";
        cin>>numbers[i];
    }
    q_sort(numbers,0,n-1);
    cetak(numbers,n);
    cout<<endl;
    system("pause");
}

void q_sort(int numbers[], int left, int right){
    int pivot, l_hold, r_hold;
    l_hold=left;
    r_hold=right;
    pivot=numbers[left];
    while(left<right){
        while((numbers[right]>=pivot)&&(left<right))
            right--;
        if(left!=right){
            numbers[left]=numbers[right];
            left++;
        }
        while((numbers[left]<=pivot)&&(left<right))
            left++;
        if(left!=right){
            numbers[right]=numbers[left];
            right--;
        }
    }
    numbers[left]=pivot;
    pivot=left;
    left=l_hold;
    right=r_hold;
    if(left<pivot)
        q_sort(numbers,left,pivot-1);
    if(right>pivot)
        q_sort(numbers,pivot+1,right);
}
   


nb : mau ngopas? silahkan berikan email anda di komentar dan berikan alasan anda atau hubungi email kami :)

Jumat, 28 November 2014

BGP

BGP (Border Gateway Protocol)
Border Gateway Protocol disingkat BGP adalah inti dari protokol routing internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan. BGP memiliki tugas yang kurang lebih sama dengan divisi marketing dan promosi pada sebuah perusahaan. Tugas utama dari BGP adalah memberikan informasi tentang apa yang dimiliki oleh sebuah organisasi ke dunia di luar. Tujuan BGP adalah untuk memperkenalkan pada dunia luar alamat-alamat IP apa saja yang ada dalam jaringan tersebut. Setelah dikenal dari luar, server-server, perangkat jaringan, PC-PC dan perangkat komputer lainnya yang ada dalam jaringan tersebut juga dapat dijangkau dari dunia luar. Selain itu, informasi dari luar juga dikumpulkannya untuk keperluan organisasi tersebut berkomunikasi dengan dunia luar. Dengan mengenal alamat-alamat IP yang ada di jaringan lain, maka para pengguna dalam jaringan Anda juga dapat menjangkau jaringan mereka. Sehingga terbukalah halaman web Yahoo, search engine Google, toko buku Amazon, dan banyak lagi.

Cara Kerja Router Menjalankan Routing Protokol BGP
BGP bekerja dengan cara memetakan sebuah tabel IP network yang menunjuk ke jaringan yg dapat dicapai antar Autonomous System (AS). Hal ini digambarkan sebagai sebuah protokol path vector. BGP tidak menggunakan metrik IGP (Interior Gateway Protocol) tradisional, tapi membuat routing decision berdasarkan path, network policies, dan atau ruleset. BGP diciptakan untuk menggantikan protokol routing EGP yang mengijinkan routing secara tersebar sehingga tidak harus mengacu pada satu jaringan backbone saja Routing protokol BGP baru dapat dikatakan bekerja pada sebuah router jika sudah terbentuk sesi komunikasi dengan router tetangganya yang juga menjalankan BGP. Sesi komunikasi ini adalah berupa komunikasi dengan protokol TCP dengan nomor port 179. Setelah terjalin komunikasi ini, maka kedua buah router BGP dapat saling bertukar informasi rute. Untuk berhasil menjalin komunikasi dengan router tetangganya sampai dapat saling bertukar informasi routing, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
  1. Kedua buah router telah dikonfigurasi dengan benar dan siap menjalankan routing protokol BGP.
  2. Koneksi antarkedua buah router telah terbentuk dengan baik tanpa adanya gangguan pada media koneksinya.
  3. Pastikan paket-paket pesan BGP yang bertugas membentuk sesi BGP dengan router tetangganya dapat sampai dengan baik ke tujuannya.
  4. Pastikan kedua buah router BGP tidak melakukan pemblokiran port komunikasi TCP 179.
  5. Pastikan kedua buah router tidak kehabisan resource saat sesi BGP sudah terbentuk dan berjalan.
  6. Setelah semuanya berjalan dengan baik, maka sebuah sesi BGP dapat bekerja dengan baik pada router Kita.

Untuk membentuk dan mempertahankan sebuah sesi BGP dengan router tetangganya, BGP mempunyai mekanismenya sendiri yang unik. Pembentukan sesi BGP ini mengkitalkan paket-paket pesan yang terdiri dari empat macam. Paket-paket tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Open Message
    Sesuai dengan namanya, paket pesan jenis ini merupakan paket pembuka sebuah sesi BGP. Paket inilah yang pertama dikirimkan ke router tetangga untuk membangun sebuah sesi komunikasi. Paket ini berisikan informasi mengenai BGP version number, AS number, hold time, dan router ID.
  2. Keepalive Message
    Paket Keepalive message bertugas untuk menjaga hubungan yang telah terbentuk antarkedua router BGP. Paket jenis ini dikirimkan secara periodik oleh kedua buah router yang bertetangga. Paket ini berukuran 19 byte dan tidak berisikan data sama sekali.
  3. Notification Message
    Paket pesan ini adalah paket yang bertugas menginformasikan error yang terjadi terhadap sebuah sesi BGP. Paket ini berisikan field-field yang berisi jenis error apa yang telah terjadi, sehingga sangat memudahkan penggunanya untuk melakukan troubleshooting.
  4. Update Message
    Paket update merupakan paket pesan utama yang akan membawa informasi rute-rute yang ada. Paket ini berisikan semua informasi rute BGP yang ada dalam jaringan tersebut. Ada tiga komponen utama dalam paket pesan ini, yaitu Network-Layer Reachability Information (NLRI), path attribut, dan withdrawn routes.

keyword: "apa itu bgp?"

RIP (Routing Information Protocol)

RIP (Routing Information Protocol)
Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protocol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation/ RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

Cara Kerja RIP :
  1. Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
  2. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
  3. Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table.
  4. Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
  5. Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
  6. Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung

RIP mengirim pesan routing-update secara berkala dan ketika perubahan topologi jaringan.Ketika router menerima update routing yang termasuk juga perubahan entri, itu update routing tabel nya untuk mencerminkan rute baru. Nilai metrik jalan meningkat dengan 1, dan pengirim diindikasikan sebagai Hop berikutnya. RIP router hanya mempertahankan rute terbaik (rute dengan nilai metrik terendah) untuk sampai ke tujuan. Setelah memperbarui tabel routing nya, router segera dimulai transmisi untuk menginformasikan update routing router jaringan lain dari perubahan. Pembaruan ini dikirim secara terpisah dari update secara teratur dijadwalkan bahwa RIP router kirim. RIP routing menggunakan metrik tunggal (count Hop) untuk mengukur jarak antara sumber dan tujuan jaringan. Setiap Hop di jalan dari sumber ke tujuan diberikan sebuah nilai jumlah Hop, yang biasanya 1. Ketika router menerima update routing yang berisi entri tujuan jaringan baru atau diubah, router menambahkan 1 dengan nilai metrik ditunjukkan dalam memperbarui dan memasuki jaringan pada tabel routing. Alamat IP pengirim digunakan sebagai Hop berikutnya.

Karakteristik dari RIP:
  1. Distance vector routing protocol
  2. Hop count sebagi metric untuk memilih rute
  3. Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable
  4. Secara default routing update 30 detik sekali
  5. RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update
  6. RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update

VERSI RIP (ROUTING INFORMATION PROTOCOL)
Ada tiga versi dari Routing Information Protocol: RIPv1, RIPv2, dan RIPng.
  1. RIP versi 1
    Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC 1058, classful menggunakan routing. Update routing periodik tidak membawa informasi subnet, kurang dukungan untuk Variable Length Subnet Mask (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada dukungan untuk router otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai serangan.
  2. RIP versi 2
    Karena kekurangan RIP asli spesifikasi, RIP versi 2 (RIPv2) dikembangkan pada tahun 1993 dan standar terakhir pada tahun 1998. Ini termasuk kemampuan untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Untuk menjaga kompatibilitas, maka batas hop dari 15 tetap. RIPv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya beroperasi dengan spesifikasi awal jika semua protocol Harus Nol bidang dalam pesan RIPv1 benar ditentukan. Selain itu, aktifkan kompatibilitas fitur memungkinkan interoperabilitas halus penyesuaian.
  3. RIPng
    RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam RFC 2080, adalah perluasan dari RIPv2 untuk mendukung IPv6, generasi Internet Protocol berikutnya. Perbedaan utama antara RIPv2 dan RIPng adalah:
    • Dukungan dari jaringan IPv6.
    • RIPv2 mendukung otentikasi RIPv1, sedangkan RIPng tidak. IPv6 router itu, pada saat itu, seharusnya menggunakan IP Security (IPsec) untuk otentikasi.
    • RIPv2 memungkinkan pemberian beragam tag untuk rute , sedangkan RIPng tidak;
    • RIPv2 meng-encode hop berikutnya (next-hop) ke setiap entry route, RIPng membutuhkan penyandian (encoding) tertentu dari hop berikutnya untuk satu set entry route.

keyword: "apa itu rip?"
SUMBER : IMPLEMENTASI-DAN-ANALISA-RIP-ROUTING-DINAMIK-PC-ROUTER.pdf

Kamis, 27 November 2014

Topologi fisik jaringan

Istilah kata Topologi berasal dari bahasa yunani yaitu topos berarti tempat dan logos yang berarti ilmu, sehingga topologi itu ilmu tempat yang bersangkut paut dengan ilmu tata ruang, dimensi, bentuk dan transformasi.

Topologi Jaringan menjelaskan hubungan antara komputer yang disusun dalam sebuah jaringan atas dasar kegunaan dan fungsi, keterbatasan resource dan juga biaya.

Topologi Jaringan terbagi menjadi dua yaitu :
  1. Topologi secara fisik (physical topology) menjelaskan bagaimana susunan dari kabel, komputer dan lokasi dari semua komponen-komponen jaringan komputer
  2. Topologi secara logika (logical topology) menetapkan bagaimana informasi atau aliran data dalam jaringan komputer.
Jenis-jenis Topologi Jaringan Fisik (Physical Topology) :
  1. Topologi Bus
    Topologi Bus (topologi backbone) adalah topologi jaringan dengan membentangkan kabel (coaxial) memanjang dengan kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node kemudian perangkat jaringan dan komputer-komputer dihubungkan pada kabel tersebut menggunakan T-Connector.

    Ciri-ciri topologi bus :
    • Teknologi lama yang umum digunakan karena sederhana dalam instalasi.
    • Tidak butuh peralatan aktif dalam menghubungkan komputer.
    • Menggunakan konektor BNC tipe T.
    • Pada ujung kabel dipasang konektor 50ohm.
    • Diperlukan repeater untuk jarak yang cukup jauh
    • Discontinue Support.

    Kelebihan topologi bus :
    • Hemat kabel
    • Layout kabel sangat sederhana
    • Biaya instalasi relatif lebih murah
    • Penambahan workstation baru mudah dilakukan tanpa mengganggu workstation yang lain.

    Kekurangan Topologi Bus :
    • Sulit melakukan pelacakan masalah
    • Signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision (tabrakan pengiriman data).
    • Problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti dan komputer tidak dapat saling berkomunikasi.
  2. Topologi Bintang
    Topologi Start atau Bintang adalah topologi jaringan yang menyerupai bentuk bintang dengan node ditengah sebuah alat concentrator (hub, switch) sebagai pusat dihubungkan ke setiap station (komputer).

    Ciri-ciri Topologi Start (Bintang):
    • Akses kontrol terpusat, teriminal pusat bertindak sebagai pengatur dan juga pengendali komunikasi yang terjadi.
    • Terminal yang lain melakukan komunikasi melalui terminal pusat.
    • Menggunakan alat concentrator Hub, Switch, atau MAU (Multi Access Unit).

    Kelebihan Topologi Start (Bintang):
    • Tahan terhadap arus lalu lintas jaringan yang sibuk.
    • Tingkat keamanan cukup tinggi.
    • Penambahan ataupun pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
    • Kerusakan pada satu saluran tidak mempengaruhi saluran yang lain.
    • Mudah dalam mendeteksi kerusakan dan kesalahan pengelolaan dalam jaringan.

    Kekurangan Topologi Start (Bintang):
    • Jika Node tengah mengalami gangguan atau kerusakan maka rangkaian jaringan berhenti.
    • Pemakaian kabel jaringan sangat banyak
    • Jaringan sangat tergantung dari terminal pusat.
    • Biaya pengadaan jaringan lebih mahal dari pada topologi bus dan ring.
    • Peran HUB merupakan elemen kritis dan sangat sensitif perlu dijaga jangan sampai bermasalah, penambahan komputer bisa mempengaruhi kecepatan transfer data.
  3. Topologi Cincin
    Topologi Ring (Cincin) merupakan pemetaan jaringan komputer yang bentuknya seperti cincin yaitu bulatan melingkar berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya dimana berperan dalam menghubungkan semua komputer.

    Ciri-ciri Topologi Ring (Cincin):
    • Setiap terminal dalam Topologi Jaringan Ring adalah repeater yang mempu melakukan 3 fungsi yaitu Penyelipan data yaitu proses data dimasukkan kedalam saluran transmisi, penerimaan data yaitu proses terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, pemindahan data yaitu proses kiriman data diambil kembali oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya.
    • Cincin berfungsi hampir sama dengan concentrator sebagai pusat berkumpul ujung kabel untuk setiap komputer terhubung.

    Kelebihan Topologi Ring (Cincin):
    • Hemat kabel jaringan.
    • Tidak akan terjadi bentrokan atau tabrakan pengiriman data.

    Kekurangan Topologi Ring (Cincin) :
    • Jika terjadi gangguan satu titik node mengakibatkan semua jaringan terganggu.
    • Sulit mendeteksi gangguan dan kerusakan yang terjadi.
    • Pengembangan jaringan agak kaku.

  4. Topologi Extended Star
    Topologi Extended Star merupakan pemetaan dalam menggambarkan jaringan hasil pengembangan lanjutan dari topologi start (Bintang).

    Ciri-ciri Topologi Extended Star :
    • Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node dan sub Node berkomunikasi dengan central node dan kembali lagi.
    • Banyak penghubung melebihi kapasitas pada umumnya.

    Kelebihan Topologi Extended Star :
    • Jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lain tidak terganggu.

    Kekurangan Topologi Extended Star :
    • Bila Central node terputus maka semua node pada setiap sub node juga akan terputus.
    • Tidak bisa menggunakan kabel yang lower grade.
  5. Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
    Topologi Hierarchical yang lebih umum dikenal dengan Topologi Tree (Pohon) merupakan pengembangan dari topologi Bus dan juga topologi Bintang dimana media transmisi satu kabel yang bercabang tetapi loop tidak tertutup. Pada topologi Tree dimulai dari suatu titik (Headend) dimana seperti topologi bintang dan dari situlah kemudian beberapa kabel ditarik bercabang lalu pada setiap cabang terhubung ke beberapa terminal dalam bentuk topologi Bus. Topologi Jaringan pohon juga sering disebut dengan topologi jaringan bertingkat dengan beberapa tingkatan simpul atau node.


    Ciri-ciri Topologi Hierarchical/Tree (Pohon):
    • Kombinasi antara topologi bintang dan topologi bus.

    Kelebihan Topologi Hierarchical/Tree (Pohon):
    • Dapat membentuk kelompok yang dibutuhkan.

    Kelemahan Topologi Hierarchical/Tree (Pohon):
    • Bila simpul pada hirarki lebih tinggi tidak berfungsi atau bermasalah maka kelompok lain yang berada dibawahnya akan menjadi tidak efektif.
  6. Topologi Mesh (Tak Beraturan)
    Topologi Mesh adalah gambaran hubungan langsung antara perangkat satu dengan perangkat lainnya dimana dibangun dengan memasang link diantara station-station. Topologi Mesh merupakan topologi yang tidak beraturan dan tidak memiliki aturan dalam koneksinya.


    Ciri-ciri Topologi Mesh :
    • Perangkat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
    • Tidak adanya perencanaan awal ketika membangun suatu jaringan komputer.

    Kelebihan Topologi Mesh :
    • Data dapat langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa melalui komputer lainnya.
    • Bila terjadi gangguan koneksi maka gangguan tidak akan mempengaruhi koneksi dengan yang lainnya.
    • Privacy dan juga secutiry lebih terjamin karena komunikasi hanya terjadi antara dua komputer saja dan tidak bisa diakses oleh kompute yang lainnya.
    • Identifikasi permasalahan jaringan lebih mudah.

    Kekurangan Topologi Mesh :
    • Butuh banyak kabel dan juga port input output.
    • Installasi dan juga konfigurasi lebih sulit.
    • Memerlukan space yang lebih besar.

unicast vs multicast

Unicast
Unicast merupakan jenis paket yang berasal dari satu titik, dan memiliki tujuan hanya satu titik yang lain (titik bisa berarti komputer, atau peralatan jaringan lainnya). Ditilik dari ‘bedah paket’ nya, kita bisa lihat unicast memiliki satu MAC address pengirim, dan satu MAC address penerima. Secara analoginya, setiap hari pada saat browsing Internet, kita sudah melakukan proses unicast ini, yaitu apabila kita mengetik satu alamat URL misalnya, komputer kita sedang ber-unicast-ria dengan server web yang ada di URL tersebut.
Hampir seluruh paket aplikasi yang mendominasi jaringan kita bersifat unicast, seperti http, telnet, ftp, smtp, pop3, dsb.

Multicast
Multicast merupakan jenis paket, berasal dari satu buah titik dan bertujuan ke sebuah alamat khusus (bukan titik khusus), di mana alamat khusus ini dapat ‘didengarkan’ oleh titik-titik lain di jaringan yang ‘berkepentingan’ untuk mendengarkannya.
Konsepnya mirip dengan siaran radio, yaitu, jika kita hendak mendengarkan suatu siaran khusus, maka kita harus merubah frekuensi radio ke frekuensi yang tepat. Dan tentunya, berjuta-juta orang bisa mendengarkan radio yang sama.
Paket multicast sangat efektif untuk keperluan video streaming, audio streaming dsb. , karena dari sisi titik pengirim, hanya perlu ‘mengirimkan’ paket satu kali saja ke alamat khusus. Karena hanya satu paket saja, dan bisa banyak sekali ‘pendengar’, maka otomatis utilisasi jaringan tidaklah terpakai terlalu tinggi. Sebagai contoh, film dengan kualitas DivX, bisa dikirimkan dengan bandwidth sekitar 1-2Megabit/second saja, dan satu kantor sudah bisa menonton film tersebut. ( Aplikasi menggunakan VLC dari http://www.videolan.org/ )
Hanya saja, untuk bisa melakukan multicast, jaringan kita harus disetting sedemikian rupa, karena tidak semua jaringan mendukung multicast dengan baik. Sebagai contoh, kita tidak mungkin meng-stream video kita secara multicast ke Internet dengan mudah tanpa kita mengotak-atik perangkat router kita.
Jika kita membedah sebuah paket multicast, kita akan melihat bahwa MAC address dari destination nya berisikan paket 01:00:5E:xx:xx:xx.

Kenapa mac address harus diketahui?

Perlu diketahui, arsitektur utama TCP/IP dan jaringan umumnya mengadopsi model OSI. Dalam model ini, fungsi dari jaringan dibagi menjadi beberapa layer. MAC Address bekerja pada layer data link ( layer ke 2 dalam model OSI). dengan begitu, komputer atau host sudah bisa di indentifikasi lewat nomor unik MAC Address nya di dalam sebuah jaringan pada tingkat yang relatif rendah.

MAC Address dan IP address bekerja pada layer yang berbeda di model OSI. MAC bekerja pada layer 2 dan IP pada layer 3. Ini hanyalah sedikit perbedaan yang mana IP Address bekerja pada implimentasi software dan MAC Address berimplimetasi pada hardware. MAC Address yang tertera pada sebuah perangkat adapter umunya tidak bisa dirubah dan selalu berhubungan dengan perangkatnya. sedangkan IP address dapat diganti dari setiap device ke device yang lainnya dalam suatu jaringan

MAC Address mengizinkan perangkat-perangkat dalam jaringan agar dapat berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, dalam sebuah jaringan berbasis teknologi Ethernet, setiap header dalam frame Ethernet mengandung informasi mengenai MAC address dari komputer sumber (source) dan MAC address dari komputer tujuan (destination). Beberapa perangkat, seperti halnya bridge dan switch Layer-2 akan melihat pada informasi MAC address dari komputer sumber dari setiap frame yang ia terima dan menggunakan informasi MAC address ini untuk membuat "tabel routing" internal secara dinamis. Perangkat-perangkat tersebut pun kemudian menggunakan tabel yang baru dibuat itu untuk meneruskan frame yang ia terima ke sebuah port atau segmen jaringan tertentu di mana komputer atau node yang memiliki MAC address tujuan berada.

Jadi jika tidak ada mac address atau tidak diketahui, maka pembacaan layer pada OSI model akan terhenti pada layer ke dua dan komputer kita tidak akan bisa terhubung ke jaringan.

Perbedaan algoritma SOBEL, PREWIT DAN LOG pada edge detection

TEORI
Tepi atau sisi dari sebuah objek adalah daerah di mana terdapat perubahan intensitas warna yang cukup tinggi. Deteksi tepi (Edge detection) adalah operasi yang dijalankan untuk mendeteksi garis tepi (edges) yang membatasi dua wilayah citra homogen yang memiliki tingkat kecerahan yang berbeda. Deteksi tepi sebuah citra digital merupakan  proses untuk mencari perbedaan intensitas yang menyatakan batas-batas suatu objek (sub-citra) dalam keseluruhan citra digital yang dimaksud.
Tujuan pendeteksian tepi adalah untuk meningkatkan penampakan garis batas suatu daerah atau objek di dalam citra. Proses deteksi tepi citra dilakukan dengan mencari lokasi-lokasi intensitas piksel- pikel yang diskontinyu dengan intensitas piksel-piksel yang  berdekatan (bertetanggaan/ neighborhood). Suatu titik (x,y) dikatakan sebagai tepi (edge) dari suatu citra, bila titik tersebut mempunyai perbedaan yang tinggi dengan tetangganya. Metode deteksi tepi tersebut diantaranya yaitu :

  1. Sobel
  2. Metode ini mengambil prinsip dari fungsi laplacian dan gaussian yang dikenal sebagai fungsi untuk membangkitkan HPF. Kelebihan dari metode sobel ini adalah kemampuan untuk mengurangi noise sebelum melakukan perhitungan deteksi tepi. Operator ini identik dengan bentuk matriks 3x3 atau jendela ukuran 3x3 piksel, dengan Gx dan Gy dihitung menggunakan kernel (mask.
  3. Prewit
  4. Metode ini mengambil prinsip dari fungsi laplacian yang dikenal sebagai fungsi untuk membangkitkan HPF. Persamaan gradien pada operator Prewitt sama seperti operator Sobel, tetapi menggunakan nilai c = 1.
  5. LOG (Laplacian of Gaussian)
  6. Kadangkala pendeteksian tepi dengan operator Laplace menghasilkan tepi-tepi palsu yang disebabkan oleh gangguan. Untuk mengurangi kemunculan tepi palsu, citra disaring dulu dengan fungsi Gaussian.

Tepi dapat diorientasikan dengan suatu arah, dan arah ini berbeda-beda pada bergantung pada perubahan intensitas. Ada tiga macam tepi yang terdapat di dalam citra digital. Ketiganya adalah:

  1. Tepi curam
  2. Tepi dengan perubahan intensitas yang tajam. Arah tepi berkisar 90°.
  3. Tepi landai
  4. Disebut juga tepi lebar, yaitu tepi dengan sudut arah yang kecil. Tepi landai dapat dianggap terdiri dari sejumlah tepi-tepi lokal yang lokasinya berdekatan.
  5. Tepi yang mengandung derau (noise)
  6. Umumnya tepi yang terdapat pada aplikasi computer vision mengandung derau. Operasi peningkatan kualitas citra (image enhancement) dapat dilakukan terlebih dahulu sebelum pendeteksian tepi.

PERCOBAAN






KESIMPULAN

Operator Sobel lebih sensitif terhadap tepi diagonal daripada tepi horizontal dan vertikal. Sebaliknya, operator Prewitt lebih sensitif terhadap tepi horizontal dan dan tepi vertikal. Dari empat percobaan, terlihat bahwa Operator LOG sangat sensitif terhadap tepi pixel sehingga sering menghasilkan tepi pixel ganda dan lebar. Oleh karena itu, operator LOG jarang langsung digunakan untuk deteksi tepi. Operator ini umumnya digunakan untuk menentukan apakah pixel gambar berada di daerah gelap atau wilayah terang dengan tepi yang diketahui.


nb : mau ngopas? silahkan berikan email anda di komentar dan berikan alasan anda atau hubungi email kami :)